Daftar Judi Online idnlive Daftar Sbobet Bola Daftar IonCasino Login IonCasino Login Judi Online

Tips Menjaga Kesehatan Mental Jika Kamu Highly Sensitive Person

Tips Menjaga Kesehatan Mental Jika Kamu Highly Sensitive Person

Tips Menjaga Kesehatan Mental Jika Kamu Highly Sensitive Person – HSP adalah istilah untuk menjelaskan seseorang yang rentan terhadap stimulan sensorik, seperti suara bising atau bisa juga stimulan pikiran dan perasaan.

Sebagai seseorang yang lebih mudah terpengaruh dengan situasi internal maupun eksternal, tak ada yang salah dari kondisi ini. Walau terkadang bisa sangat melelahkan, ada beberapa tips yang bisa dilakukan para HSP untuk menjaga kesehatan mental.

1. Kenali apa saja yang dapat memicu stres

Mengenali dan memahami diri sendiri sangat penting, khususnya pada orang-orang dengan kepribadian HSP. Bukan berarti manja, tapi karena HSP mempunyai kerentanan stres yang lebih tinggi.

Studi berjudul Sensory Processing Sensitivity: Factors of the Highly Sensitive Person Scale and Their relationships to Personality and Subjective Health Complaints dalam jurnal Comprehensive Psychology tahun 2016, disebutkan bahwa HSP lebih peka terhadap stimulan dan lebih mudah bereaksi terhadapnya.

Melansir dari Daftar Live22  jika kamu seorang HSP, kamu perlu mengenal apa saja yang biasa jadi pemicu stresmu dan apa pemicu stresmu di saat terkini. Misalkan, kamu selalu merasa terganggu dengan suara bising atau permukaan kain yang tak nyaman.

Sementara itu, untuk pemicu stres terkini, kamu perlu melihat bagaimana situasi yang kamu jalani saat ini. Misalnya kamu sedang dalam masa transisi ke pekerjaan baru, maka stresor terbesarmu sekarang mungkin adalah penyesuaian diri dengan hal-hal baru. Maka, ciptakan solusi terbaik untuk stresmu yang terkini.

2. Ciptakan lingkungan yang membantumu tetap tenang, entah di rumah atau di manapun

Mungkin ini akan sedikit sulit jika lingkungan kerjamu tergolong hiruk pikuk, tapi kamu tetap bisa menciptakan suasana yang menenangkan. Misalnya dengan memasang aromaterapi atau meletakkan tanaman di meja kerja.

Hal ini juga berlaku untuk di rumah. Jika kamu tinggal sendiri, tentu ini akan lebih mudah. Namun, kalau kamu tinggal bersama orang lain, sebisa mungkin ciptakan ruangan yang tenang hanya untuk dirimu sendiri.

Kamu tak perlu merasa bersalah dengan kondisi HSP yang dimiliki. Sebab, menurut ulasan berjudul Sensory Processing Sensitivity a Review in the Light of the Evolution of Biological Responsivity dalam jurnal Personality and Social Psychology Review tahun 2012, HSP diduga merupakan kondisi genetik yang ada sejak lahir.

3. Berlatih meditasi atau mindfulness

Dalam kondisi kesehatan mental apa pun, sebetulnya meditasi sangatlah bermanfaat. Dalam kasus HSP, hal ini sangat diperlukan untuk mengontrol dan menenangkan rasa kewalahan terhadap emosi, pikiran, atau stimulan yang dirasakan.

Meditasi bukanlah membuat pikiranmu kosong, tapi justru mengobservasi pikiran dan yang kamu rasakan saat ini, tanpa membiarkannya berkembang menjadi overthinking.

Seperti dalam laporan berjudul Meditation: Process and Effects dalam jurnal An International Quarterly Journal of Research in Ayurveda tahun 2015, bahwa menurut ilmu Vedic, tujuan sejati meditasi adalah menghubungkan diri dengan dirinya yang lebih dalam atau batinnya.

4. Usahakan untuk tidur dengan cukup dan rutin self-care

Kita semua juga tahu bahwa kurang istirahat akan meningkatkan kadar stres. Jika kamu tergolong HSP, kurangnya tidur atau istirahat akan semakin meningkatkan sensitivitas, yang berarti kamu bisa jadi lebih rentan terhadap stimulan.

Tidak hanya cukup tidur, pastikan untuk mengonsumsi makanan sehat dan tidak memicu stres. Jangan lupakan olahraga rutin dan bila perlu tambah asupan vitamin atau suplemen sesuai anjuran dokter.

5. Tetapkan batasan untuk hal apa pun

Batasan bagi HSP bukan hanya perihal relasi saja, tapi juga termasuk urusan personal seperti merencanakan to-do list yang manusiawi dan tidak terlalu padat. Bagi seseorang dengan kepribadian HSP, beri jeda waktu di antara jadwal aktivitas agar tetap bisa “bernapas” dan jaga-jaga bila ada kegiatan yang butuh waktu ekstra. Adanya ekstra waktu seperti ini akan membuat orang dengan HSP tidak merasa seperti “dikejar-kejar”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *